Feeds:
Posts
Comments

Data Pengukuran

Instrument

Resolusion

Uncertainty

(% of reading)

Voltmeter 1.0 mV 0.5 %
Ohmmeter 1.0 W 0.1 %
Ammeter 0.1  A 0.5%
  • Analisis ketidak pastian rumus pertama P = IV

P = IV = 0,1 x 10-3 = 10-4 W

Dimana            wV = 0,5% x (10-3) = 5 x 10-6

wI =  0,5% x 0,1 = 5 x 10-4

Wp = ((0,1 x 5 x 10-6)2 + (10-3 x 5 x 10-4)2)1/2

Wp = (2.5 x 10-13 + 2.5 x 10-13)1/2

Wp= 7.07 x 10-7

Wp/P = 7.07 x 10-7 / 10-4 = 0,00707 = 0,707 %

  •  Analisis ketidak pastian rumus kedua P = I2R

P = I2R = 0,12 x 1 = 10-2 W

Dimana            wR = 0,1% x 1 = 10-3

wI =  0,5% x 0,1 = 5 x 10-4

Wp = ((2 x 0,1 x 1 x 5 x 10-4)2 + (10-2 x 10-3)2)1/2

Wp = (10-8 + 10-10)1/2

Wp = 1,005 x 10-4

Wp/P = 1,005 x 10-4/10-2 = 0,01005 = 1,005 %

Dari perhitungan diatas dapat ditentukan  kesalahan sistematik karena alat sensor masing rumus adalah untuk P = IV berupa 0,707 % dan P = I2R berupa 1,005 %. Maka kesalahan paling besar adalah dengan menggunakan P = I2R.

Secara teori nilai ketidak pastian yang paling kecil terletak pada banyaknya variable pada suatu rumus. Karena nilai dari rumus akan dideperensialkan untuk menghitung kesalahannya. Apabila ketelitian sensor sama, maka nilai kesalahan akan berbeda dan lebih tinggi dengan menggunakan rumus yang variable lebih banyak.

Namun pada soal ini terdapat kesalah dari variable karena P (daya) listrik dari masing-masing rumus berbeda yaitu 10-4 W dan 10-2 W. Menurut saya ketika sensor dijalankan maka nilai Daya dengan beda rumus akan sama dengan mengabaikan kesalahan  dari alat (sistematis)

Latar Belakang

Jakarta sebagai Ibukota Negara sekaligus pusat perekonomian dengan jumah penduduk 8.792.00 jiwa kian lama kian tidak nyaman untuk dihuni. Problem utama jakarta adalah kemacetan lalu lintas yang telah menjadi keseharian warganya dan bencana banjir yang menjadi ciri khas ibu kota Indonesia.

Kemacetan disebabkan diantaranya oleh ketimpangan di sektor transportasi kota berupa pertumbuhan jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Tingginya penggunaan kendaraan bermotor menjadi pemicu utama problem kemacetan di Jakarta. Bahkan, hingga saat ini tercatat jumlah kendaraan bermotor sudah mencapai 8,5 juta unit, di mana 8,38 juta unit atau 98,6 persen merupakan kendaraan pribadi dan 121.477 unit atau sekitar 1,4 persen adalah angkutan umum, dengan pertumbuhan kendaraan mencapai 11% setiap tahunnya. Sedangkan panjang jalan yang ada 7.650 Km dengan luas 40,1 km2 atau 6,2% dari luas wilayah DKI, dengan pertumbuhan jalan hanya sekitar 0.01 % per tahun. Perbandingan dengan pertumbuhan kendaraan jalan dari angka tersebut jelas membuktukan bahwa pertumbuhan jalan tidak mampu mengejar pertumbuhan kendaraan, sehingga wajar ketika terjadi kemacetan hampir di setiap ruas jalan. Hasil Study on Integrated Transportation Master Plan (SITRAMP) oleh JICA/Bappenas menunjukkan bahwa apabila sampai tahun 2020 tidak ada perbaikan yang dilakukan pada sistem transportasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi), maka estimasi kerugian ekonomi yang terjadi sebesar Rp. 28,1 Triliun dan kerugian nilai waktu perjalanan yang mencapai 36,9 Triliun. Dengan kata lain kemacetan dapat mempengaruhi ekonomi Jakarta.

Masalah yang lain adalah bencana banjir. Banjir menjadi trend mark bagi provinsi Jakarta. Banyak kerugian akibat bencana banjir. Salah satu contohnya adalah banjir yang pada bulan Februari 2007 sebesar Rp4,125 triliun  yang dilaporkan oleh H. Paskah Suzetta, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Bencana ini seperti menjadi langganan bagi Ibu kota Indonesia, salah satu contohnya yang baru terjadi pada bulan November 2011 di Cipinang.

Salah satu pencegahan masalah Jakarta adalah pembangunan Banjir Kanal. Banjir Kanal adalah saluran air yang didesain agar air, dalam hal ini dari sungai Ciliwung, tidak melewati tengah kota, tapi pingggiran kota. Banjir kanal merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Macam-macam cara ditempuh pemerintah untuk menanggulangi Jakarta dari banjir, salah satunya adalah pembangunan kanal banjir. Ada dua, umum disebut dengan nama: Banir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT). Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah penimbunan daerah-daerah rendah.

Selain berfungsi mengurangi ancaman banjir di 13 kawasan, melindungi permukiman, kawasan industri, dan pergudangan di Jakarta bagian timur, Banjir kanal juga dimaksudkan sebagai prasarana konservasi air untuk pengisian kembali air tanah dan sumber air baku serta prasarana transportasi air. Banjir Kanal direncanakan untuk menampung aliran Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. Daerah tangkapan air (catchment area) mencakup luas lebih kurang 207 kilometer persegi atau sekitar 20.700 hektar. Rencana pembangunan BKT tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2010 Provinsi DKI Jakarta. Fungsi tambahan adalah sebagai motor pertumbuhan khususnya wilayah sekitar banjir kanal dengan Konsep Water Front City. Berdasarkan fakta didapat bahwa daerah kumuh yang identik dengan pendapatan rendah berada di sekitar sungai. Berikut adalah data keadaan perekonomian Jakarta berdasarkan penghasilanya.

Untuk itu perlu dilakukan optimasi pembangunan banjir kanal sebagai sistem pencegah banjir dan alat transportasi masyarakat. Hal ini yang melatarbelakangi pengakatan tema dengan menganalisis alat transportasi sebagai bus air di banjir kanal, rute perjalanan, jadwal, jumlah alat transportasi, perhitungan efisiensi, penghematan masyarakat ketika menggunakan alat transportasi bus air.

 

Manfaat

Manfaat proposal ini adalah  dapat menciptakan pilihan lain untuk transportasi masyarakat sehingga mengurangi kemaceta, memberikan keefektifan transportasi dari segi biaya dan waktu, dan penghematan pengeluaran dari segi transportasi, selain berfungsi sebagai pencegah banjir di Jakarta.

Abstraksi

Keterbatasan energi fosil membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konversi Energi. Salah satu pengguna energi fosil adalah pembangkit listrik PLN. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan semua pihak khususnya Universitas Indonesia sebagai green campus.

Kriteria green campus adalah dapat memanfaatkan sumber daya untuk energi terbarukan untuk menciptakan kemandirian dalam bidang listrik selain berperan membantu masalah pemerintah.

Multi  Speed Bump merupakan terobosan untuk masalah energi di lingkungan Universitas Indonesia dengan memanfaatkan kepadatan kendaraan di pintu masuk kampus yang tidak terpengaruh lingkungan. Sehingga di dapatkan daya yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan jalan di Universitas Indoensia sebagai bentuk kemandirian energi.

 

Keywords : Keterbatasan energi, UI Green Campus, Multi Speed Bump, Kemandirian Energi

 

Value Engineering Pembangunan Jalan Sebagai Multi Speed Bump Energy Untuk Menuju Green Campus Universitas Indonesia

Pendahuluan

Dewasa ini bahan bakar fosil menjadi topik utama berbagai negara khususnya Indonesia. Selain masalah persediaan energi yang mulai menipis serta konsumsi yang makin besar, energi fosil erat kaitannya dengan efek lingkungan misalnya global warming (Michael Hoel et al 199).  Menurut data Kementrian ESDM energi fosil di Indonesia mempunyai rasio cadangan dan produksi hanya sampai 23 tahun dengan mengasumsi tidak ditemukan cadangan baru dan konsumsi sama setiap tahunnya. Kementrian yang bergerak dibidang energi ini telah memprediksi konsumsi energy fosil sampai 2024 yang terus meningkat.

Gambar 1. Prediksi Konsumsi Energi Fosil di Indonesia [ESDM 2008]

Salah satu kontribusi untuk penggunaan energi fosil di Indonesia adalah energi listrik. Energi listrik yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat mempunyai andil besar dalam mempercepat penghabisan energi fosil di Indonesia. Menurut data Perusahaan Listrik Negara, badan usaha milik negara di sektor kelistrikan, pada menyebutkan bahwa pada tahun 2011 terjadi peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar untuk pembangkit, dari estimasi awal 8,8 juta kiloliter menjadi 9,8 juta kiloliter. Jumlah pelanggan dari penggunaan energi listrik sebesar 44 juta, dengan rincian sekitar 78,7% atau sekitar 40,8 juta pelanggan rumah tangga. Sisanya, sebanyak 49.428 pelanggan industri, pelanggan bisnis 1,98 juta, pelanggan sosial 934.871, pemerintahan 116.931, dan jalan umum 130.001. Sedangkan berdasarkan penjualan listrik dari PLN, untuk rumah tangga menghabiskan 57 TWh, komersial 24 TWh, sektor industri 50 TWh dan sector public 9 TWh, dengan jumlah total 140 TWh. PLN juga mempredikis konsumsi listrik untuk tahun 2013 akan naik sebesar 55% dengan jumlah sekitar 217 TWh.  Menurut Direktorat Jenderal Listrik Dan Pemanfaatan energi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral.

Untuk mengatasi dampak terburuk keterbatasan energi, pemerintah Indonesia mulai membuat kebijakan konservasi energi pada PP Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konversi Energi. Sehingga untuk membantu perkerjaan rumah tangga pemerintah dibutuhkan semua pihak untuk mendukung dan menciptakan program konversi energi, salah satunya institusi pendidikan. Institusi pendidikan yang mempunyai tujuan tri darma perguruan tinggi mempunyai peran besar. Hal ini karena institusi pendidikan dapat menjadi trend setter dalam hal energy dengan aplikasi riset-riset penelitian.

Universitas Indonesia yang mempunyai jargon UI Go Green sejak tahun 2008 mempunyai perhatian yang besar terhadap lingkungan. Kebijakan green campus di UI diwujudkan dalam berbagai aspek, yaitu lingkungan fisik kampus yang hijau dan ramah lingkungan, kebijakan pimpinan yang berorientasi go green, pendidikan dan penelitian yang berwawasan lingkungan, serta dukungan dari mahasiswa, dosen, alumni, dan organisasi di UI yang peduli lingkungan. Secara aplikatif kebijakan tersebut dapat dilihat melalui penambahan fasilitas bus untuk transportasi dan pembangunan jalan sepeda serta pengadaan sepeda di dalam kampus UI Depok.

Berdasarkan Kementrian Lingkungan Hidup dalam Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kampus menyebutkan bahwa green campus adalah pergerakan pengelolaan sumber daya alam di lingkungan kampus yang berkelanjutan baik bidang energi, air, infrastruktur, perkantoran, transportasi dan pengolahan limbah. Makna yang terkandung dalam konsep ini  adalah sejauh mana warga kampus dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien.

Untuk memenuhi kriteria green campus, Universitas Indonesia masih kurang dalam bidang pemanfaatan energi. Padahal lingkungan Universitas yang luas dan mempunyai potensi pembangunan pembangkit mikro dari air, angin. Namun pembangkit mikro dari energi angin dan air sangat tergantung dengan lingkungan. Untuk itu diperlukan terobosan pemanfaatan energi di lingkungan kampus agar menjadi trend setter institusi pendidikan eco campus dan membantu pekerjaan pemerintah untuk mensukseskan PP Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konversi Energi. Pemanfaatan energi yang cocok untuk lingkungan UI adalah hybrid energy, dimana pemanfaatan energi ini tergolong baru yang tergantung pada kapasitas jumlah kendaraan yang lewat.

Tujuan Penelitian

Proposal penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi keterbatasan energi untuk energi listrik yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konversi Energi. Selain itu proposal ini bermanfaat untuk menjadikan UI sebagai trend setter green campus dengan memanfaatkan sumber daya untuk energi terbarukan yang tidak terlalu dipengaruhi oleh lingkungan seperti angin dan air. Dan dapat menekan penggunaan listrik untuk penerangan di lingkungan kampus.

Pentingnya Penelitian

Energi Fosil adalah energi yang terbatas jumlahnya. Di Indonesia sendiri energi fosil menjadi favorit pertama untuk pemanfaatan sebagai pembangkit listrik. Sekitar 86,4% melalui Thermal Plant dan 13,4 % Hydro Power Plant (Dams et al 2000). Berdasarkan data sebelumnya dari ESDM energi fosil mempunyai rasio cadangan dan produksi hanya sampai 23 tahun. Data tersebut mengasumsikan bahwa kebutuhan dari tahun ke tahun konstan, padahal konsumsi energi di Indonesia terus mengalami peningkatan dan diprediksi akan terus meningkat.

Jika hal tersebut tetap dibiarkan dan hanya mengandalkan kerja pemerintah melalui kebijakan Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konversi Energi, cepat atau lambat Indonesia akan mengalami krisis energi. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan peran penting institusi pendidikan untuk menciptakan terobosan energi terbarukan.

Universitas Indonesia yang mempunyai tri dharma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengapdian masyarakat dikenal sebagai gudang para ahli, tempat pengembangan berbagai ilmu dan mempunyai tanggung jawab moral memberikan contoh kepada komunitas menjadi harga wajib untuk membantu permasalahan yang dihadapi pemerintah yang berdampak pada masyarakat.

Memalui penelitian ini diharapkan dapat membantu permasalahan pemerintah tentang keterbatsan energi melalui efisiensi energi listrik, karena sebagian besar sumber energi untuk pembangkit listrik di Indonesia bersumber dari energi fosil.

Tinjauan Pustaka

Energy Harvesting menjadi tumbuh pesat akhir-akhir ini, Energy Harvesting tidak hanya dari konversi energi mekanika namun mulai diteliti dari panas dan sumber RF (R.J.M. Vullers et al 2009). Dasar dari energi mekanika kebanyakan bersumber dari lingkungan. Untuk random getaran dari ratusan Hz ke kHz dapat menyediakan densitas energy dalam beberapa ratus microwatt ke miliwat per sentimeter kubik (Round et al 2003).

Pada dasarnya alat harvesting energy untuk getaran telah terbukti melalui tiga prinsip yaitu dari piezoelektrik (Sodano et al 2004), electrostatic (Meninger et al 2001), and elektromagnetik (Williams et al 1996) yang ditransmisi ke dalam micro elektromekanikal sistem (MEMS). Dari berbagai cara hanya piezopelektrik  mempunyai kelebihan berupa tingginya power output, dan mudahnya pembuatan. Piezoelektrisitas adalah sebuah fenomena saat sebuah gaya yang diterapkan pada suatu segment bahan menimbulkan muatan listrik pada permukaan segmen bahan tersebut yang disebabkan oleh adanya distribusi muatan listrik pada sel sel kristal. Nilai koefisien muatan piezoelektrik berada pada rentang 1 – 100 pico coloumb/Newton. Sehingga besarnya daya yang dihasilkan tergantung dengan luas dan jenis dari material. Contoh material piezoelektrik yang umum dan banyak digunakan saat ini adalah material berbasis keramik seperti lead zirconium titanate (PbZrTiO3) yang secara komersial dikenal dengan nama PZT dan barium titanate (BaTiO3). Namun kelemahan dari material ini adalah mempunyai sifat yang getas (brittle), yield strain yang rendah, cukup berat karena densitas keramik yang tinggi dan memakan biaya yang tinggi dalam pembuatannya. Secara umum meskipun dapat menghasilkan tegangan yang tinggi, namun piezoelektrik bukanlah suatu dielektrik yang bagus. Terdapat sedikit kebocoran muatan pada material piezoelektrik. Karena fenomena ini, ada suatu konstanta waktu penyimpanan tegangan pada piezoelektrik setelah diberikan suatu gaya. Konstanta waktu ini tergantung pada kapasitansi elemennya dan pada resistansi kebocorannya. Konstanta waktunya berada pada orde 1 detik. Dampaknya adalah membuat piezoelektrik kurang bermanfaat untuk mendeteksi besaran static seperti berat suatu benda. Piezoelektrik dibuat melalui proses kristalisasi kisi‐kisi (laticce) dalam susunan tertentu. Hal tersebut dilakukan dengan memanskan Kristal sampai diatas suhu Curie sambil menerapkan tegangan pada elektrodanya. Jika kristal telah dipanaskan mendekati suhu Curie, material tersebut dapat menjadi “ de pole “ yang dapat menghasilkan pengurangan sensitifitas piezoelektrik. Untuk beragam material, suhu curie ini berada antara 50 – 600 ° C. Pemanasan dibawah suhu Curie dapat membatasi penggunaan sensor ini. Kekurangan utama adalah sensitifitas piezoelektrik hanya bagus untuk sinyal yang berubah‐ubah terhadap waktu, sehingga sulit diaplikasikan pada sistem yang membutuhkan sensitifitas terhadap besaran statik.

Dengan Pertimbangan tersebut penggunaan harvesting energy dipilih menggunakan Speed bump atau lebih dikenal dengan polisi tidur tanpa menggunakan piezoelektrik. Di Eropa dan China misalnya, telah dikembangkan model polisi tidur yang terbuat dari bahan plastik atau karet dan tidak bersifat permanen menempel pada jalan raya sehingga polisi tidur ini portable dan mudah untuk dibawa/dipindahkan sesuai dengan kebutuhan (verma et al 2010). Bila semua kebutuhan energi listrik pada skala rendah di jalanan, seperti pada traffic light, lampu jalan, motor penggerak palang parkir (parking administrator), cctv pada parking area bisa disuplai/dipenuhi oleh speed bump dengan sistem pembangkit daya ini, maka penghematan/efisiensi energi listrik dalam skala yang signifikan bisa diperoleh. Keuntungan lainnya adalah kontinuitas operasi dari peralatan elektronik yang memang dituntut harus beroperasi selama 24 jam tanpa henti,seperti traffic light dan cctv bisa terjaga karena tidak menggantungkan sepenuhnya pada sumber listrik dari PLN atau generator. Namun dengan catatan keadaan jalan mempunyai volume konstan.

Sistem transmisi getaran pada single speed bump hanya menggunakan belt yang diintegrasi dari gerakan pegas berupa vertikal diubah menjadi rotasi. (Hamzah et al 2010).

Metodologi Riset

Pada penelitian ini dikembangkan sebuah multi speed bump yang dapat berfungsi untuk mengurangi laju kendaraan sekaligus sebagai pembangkit daya. Aplikasi multi speed bump biasanya terletak pada gerbang tol. Namun pada sistem ini diletakkan di pintu gerbang masuk Universitas Indonesia.

Gambar 2. Gerbang Pintu Masuk UI

Keterbaruan sistem terletak pada prinsip kerja dari mekanisme multi speed bump, sistem menggunakan pegas dimana dapat menghasilkan gerakkan translasi, masing-masing pegas pada speed bump akan mempunyai periode berbeda yang tergantung dengan kecepatan kendaraan. Untuk transmisi gaya menggunakan linier gear yang diterima oleh one way bearing kemudian menggerakkan poros yang terhubung dengan generator. Poros akan mengkalkulasikan gerak rotasi dari one way bearing. Gerak rotasi pada sistem pembangkit daya diubah menjadi listrik dengan menggunakan prinsip induksi magnetik. Listrik yang dihasilkan dapat disimpan dalam aki sehingga dapat digunakan ketika dibutuhkan atau sebagai cadangan ketika keadaan jalan sepi.

Gambar 3. Multi Speed Bump System

Jumlah sampel yang digunakan berdasarkan kepadatan kendaraan yang melintasi gerbang dengan periode waktu tertentu, misalkan pagi, siang, sore dan malam. Selain itu juga pengambilan sample bedasarkan hari misalkan senin sampai minggu.

Teknik pengumpulan data menggunaakan pengambilan secara langsung yang dibagi menjadi dua, yang pertama adalah aplikasi sistem di laboratorium proses produksi dengan mensimulasi kecepatan dan intensitas kendaraan secara teratur. Sedangkan yang kedua dengan aplikasi di gerbang UI, sehingga didapat data yang bervariasi berdasarkan jumlah sampel setiap periode waktu.

Daftar Pustaka

S. Roundy, P.K. Wright, J. Rabaey, A study of low level vibrations as a power source for wireless sensor nodes, Computer Communica- tions 26 (2003) 1131–1144.

R.J.M. Vullers, R. Van Schaijk, I. Doms, C. Van Hoof and R. Mertens, Micropower energyharvesting. Solid-State Electronics,  53  (2009), pp. 684–693.

Verma S S, DR, 2010, “Electricity from Traffic”, Department of Physic.

PunjabH.A. Sodano,D.J.Inman,G.Park,TheShockandVibrationDigest 36 (2004)197–205.

S.Meninger,J.O.Mur-Miranda,R.Amirtharajah,A.Chandrakasan,J.H. Lang , IEEE Transactionson Very Large Scale Integration (VLSI) Systems 9(2001)64–76.

C.B. Williams,R.B.Yates,SensorsandActuatorsA:Physical52 (1996) 8–11.

Harus LG, Cahyo Untoro, Debbyta Primaswari, Hamzah, Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin (SNTTM) ke-9, Studi Awal Pengembangan Speed Bump Pembangkit Daya, 2010

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu…Oh ibu…

Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu…oh ibu…kau ibu…

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu…oh ibu…kau ibu…
oh ibu…oh ibu…

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu…kau ibu…kau ibu

Lagu: Opick
Lirik: Opick
Arr: Galuh&Opick
String Arr: Oni Saunine
Drums: Dede
Acoustic Guitars: Thomas
Mixed by Rudra at Aquarius Studio

Ada sebuah kisah ada 2 orang anak bernama Tono dan Toni, dari pagi sampai sore mereka bermain diluar rumah, sampai mendekati magrib kedua anak dipanggil oleh orang tuanya, Toni dipanggil hanya sekali dengan respon cepat dia berlari kerumah, sedangkan Tono dipanggil beberapa kali tidak pulang, malah berlari sampai orang tua tersebut menjiwit Tono karena kebandelannya, setelah kesakitan akhirnya Tono pulang kerumah.

Teman semuanya adalah sementara kehidupan ini ibaran Tono dan Toni yang siap dipanggil oleh orang tuanya, Siapkah ketika kita dipanggil Allah SWT? dan mau seperti apakah kita nanti ketika dipanggil Allah SWT, seperti Tono atau Toni terserah teman-teman. Menurut hadist orang mukmim ketika meninggal akan berharap cepat-cepat dikubur dan ingin ketemu Allah SWT, berbeda dengan orang kafir yang ingin memperlambat ketika digotong.

Yang Benar Hanya Milik Allah SWT, Dan Yang Salah Adalah Salah Ane

Salah satu untuk mengetahi kwalitas pembakaran pada motor bakar adalah di komposisi gas di exhaust gas. Banyak metode yang ditawarkan misalnya smoke detector untuk mesin diesel. konsepnya melalui intensitas cahaya yang dapat tembus ketika ditembakan ke gas pembuangan.

CH4 + 2O2 ===> CO2 + 2H2O

Diatas adalah rumus kesetimbangan dasar pembakaran dengan CH4 (fuel), jika diasumsi volume O2 di udara 21% maka maka sekitar 5 kalinya untuk 100%. Sehingga AFR (Air Fuel Ratio) adalah 10:1 . Maka Stikiometri maksimal pembakaran berada di 10:1, apabila nilai makin besar misalnya 12:1 disebut lean dan sebaliknya rich.

HC (hidro carbon) mempunyai jumlah banyak pada daerah rich, karena CH4 tidak banyak bereaksi dengan O2, mengingat jumlah O2 terbatas. Sedangkan nilai O2 akan sedikit ketika daerah rich karena O2 digunakan semua untuk pembakaran dan makin banyak sisanya di gas buang saat daerah lean. Untuk CO akan sangat tinggi di daerah rich karena jumlah udara yang terbatas sehingga pembentukan CO2 tidak maksimal yang menbentuk CO, dan makin kecil diposisi lean karena jumlah O2 yang melimpah dalam pembentukan CO2. CO2 akan maksimal di titik stikiometri biasanya dalam motor diesel dimisalkan 14,7:1. dan nilai NOx, kenapa disebut NOx karena bisa terjadi pembentukan NO2, dan NO3, nilai ini makin besar ketika posisi mendekati lean, dan pada suhu 1500 C, ironi nya adalah saat temperatur tinggi yang sebanding dengan kalor yang dihasilkan sehingga meningkatkan kerja namun dapat meningkatkan NOx. Sehingga biasanya gas buang disirkulasikan kembali ke ruang bakar untuk mempertahankan temperatur agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut EGR (exhaust gas recirculation)

Jelas ketika NOx disirkulasi ulang maka jumlah udara bertambah, dan nilai tekanan juga bertambah, karena gas buang mempunyai tekanan dan temperatur tinggi, makanya tak heran jika gas buang dimanfaatkan kembali dengan turbocharge. Namun masalahnya adalah makin banyak gas buang yang dimasukkan ke silinder yang dapat memperkecil NOx, makin kecil efisiensi pembakaran. Memang kerja dapat dinaikan dengan W=PdV,  P naik maka kerja juga naik. Pada sistem yang menggunakan NOx yang dimasukkan bukan udara yang terdapat O2 nya namun sisa gas buang, sehingga pembakaran tidak terlalu maksimal seperti grafik. Makanya NOx dibeberapa grafik menurun ketika diposisi lean karena menggunakan EGR

Note : hasil gas buang CO2,CO,O2 dalam persen dan HC, NOx dalam ppm (part per million), meskipun dalam kendaraan yang telah terdapat katalis misalkan 3 way yang dapat mereduksi CO,NOx dan HC untuk setiap kendaraan untuk batas normal,namun di Indonesia jumlah kendaraan sangat besar sekali,  batas normal apabila dikali jumlah kendaraan hasilnya juga pasti besar, apalagi penggunaan sistem UERO di indonesia tidak efektif.

 

Bahan bakar adalah faktor yang penting dalam pembakarang selain udara. Makanya dalam rantai pembakaran yang hanya ada tiga salah satunya adalah bahan bakar selain dari udara dan pemicu. fungsi penting dalam motor otto adalah kalburator yang menggunakan sistem venturi, yaitu ketika jumlah udara masuk besar maka tekanan menjadi rendah sehingga bensin dapa masuk. bukaan udara ini diatur sedemikian konstan dan melalui jarum dengan besaran bensin diatur. sedangkan pada mesin otto yang diterapkan di mobil sebaliknya, disini kita dapat mengatur trothele.

Fungsi utama nozle dan kalburator adalah mengkabutkan bahan bakar, agar luas bidang kontak semakin banyak. hal yang sama dengan sistem pendingin. jika teman-teman tahu pendingin ikan nelayan banyak yang menggunakan es balok, namun perkembangan sekarang telah dikembangkan ice slurry (bubur es) yang kebetulan menjadi tugas akhir ane. perbedaan sistem pendingin ini adalah waktu pendinginan lebih lama ice slurry pada ikan bahkan dapat meningkatkan kwalitasnya, secara singkat  nilai Nu (nuselt number) ice slurry lebih besar, karena nilai konveksi lebih efektir dan luas permukaan bidang kontak ice slurry lebih banyak. Sama halnya dengan bahan bakar yang dikabutkan, makin baik pengkabutan maka kwalitas pembakaran makin efektif.Hal ini mempengaruhi perambaratan dari homogeneus bahan bakar, sehingga pembakaran maksimum.

Imam Ath-Thabrany mengisahkan sebuah hadis dari Ummu Salamah.”Wahai Rasulullah,jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli?Beliau menjawab,Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, serta rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”

“Lalu, bagaimana tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (QS Alwaqi’ah [56]: 23). Jawabny…a, “Kebeningannya seperti mutiara di kedalaman lautan yang tidak pernah tersentuh tangan manusia.”

“Jelaskan lagi kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu, ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan lagi cantik-cantik’.” (QS Arrahman [55]: 70). Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Saya berkata lagi, “Jelaskanlah firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik’.” (QS Ashshaffat [37]: 49). Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar.”

“Manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?” Rasulullah berkata, “Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dengan apa yang tak tampak.”

“Karena apa wanita dunia lebih utama dari mereka?” Beliau menjawab, “Karena, shalat, puasa, dan ibadah mereka. Sehingga, Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka seperti kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.”

“Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28)

Oleh-Oleh Surabaya

Teman, kebetulan kerja praktek ane di Pal Surabaya selama 2,3 bulan. selama itu ane ngekos didaerah Unair Kampus C agar dapat harga murah dan akses makan mudah. Setiap mau azan 30 menit sebelumnya pasti di nyalakan puji-pujian, awalnya biasa namun lama-lama ada rasa ingin tahu karena kebetulan liriknya menarik syarat akan makna dan lagunya enak. kemudian ane cari kata kunci di google dan ane dapatkan lagu “tanpo waton” karya Almarhum Gus Dur. Mungkin teman-teman dapat mengambil sari ilmu dari lirik pujian ini, karena pada dasarnya kita akan mudah ingat sesuatu dalam bentuk lagu begitu juga nasehat, contohnya adalah pelajar yang lebih hafal lagu band dibanding rumus bernoully. isi liriknya adalah nasehat dalam bahasa jawa (read : kromo alus). Teman

Link Download Tanpo Waton

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

 

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

 

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)


Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)

 

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)

 

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

 

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)

 

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

 

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

 

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

 

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

 

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

 

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.