Data Pengukuran
|
Instrument |
Resolusion |
Uncertainty (% of reading) |
| Voltmeter | 1.0 mV | 0.5 % |
| Ohmmeter | 1.0 W | 0.1 % |
| Ammeter | 0.1 A | 0.5% |
- Analisis ketidak pastian rumus pertama P = IV
P = IV = 0,1 x 10-3 = 10-4 W
Dimana wV = 0,5% x (10-3) = 5 x 10-6
wI = 0,5% x 0,1 = 5 x 10-4
Wp = ((0,1 x 5 x 10-6)2 + (10-3 x 5 x 10-4)2)1/2
Wp = (2.5 x 10-13 + 2.5 x 10-13)1/2
Wp= 7.07 x 10-7
Wp/P = 7.07 x 10-7 / 10-4 = 0,00707 = 0,707 %
- Analisis ketidak pastian rumus kedua P = I2R
P = I2R = 0,12 x 1 = 10-2 W
Dimana wR = 0,1% x 1 = 10-3
wI = 0,5% x 0,1 = 5 x 10-4
Wp = ((2 x 0,1 x 1 x 5 x 10-4)2 + (10-2 x 10-3)2)1/2
Wp = (10-8 + 10-10)1/2
Wp = 1,005 x 10-4
Wp/P = 1,005 x 10-4/10-2 = 0,01005 = 1,005 %
Dari perhitungan diatas dapat ditentukan kesalahan sistematik karena alat sensor masing rumus adalah untuk P = IV berupa 0,707 % dan P = I2R berupa 1,005 %. Maka kesalahan paling besar adalah dengan menggunakan P = I2R.
Secara teori nilai ketidak pastian yang paling kecil terletak pada banyaknya variable pada suatu rumus. Karena nilai dari rumus akan dideperensialkan untuk menghitung kesalahannya. Apabila ketelitian sensor sama, maka nilai kesalahan akan berbeda dan lebih tinggi dengan menggunakan rumus yang variable lebih banyak.
Namun pada soal ini terdapat kesalah dari variable karena P (daya) listrik dari masing-masing rumus berbeda yaitu 10-4 W dan 10-2 W. Menurut saya ketika sensor dijalankan maka nilai Daya dengan beda rumus akan sama dengan mengabaikan kesalahan dari alat (sistematis)

